Entahlah, aku tidak tau sejak kapan cinta itu hadir dalam hatiku, aku juga tak mengerti mengapa cinta itu hadir di saat orang yang aku cintai tak bisa ku miliki, dan yang paling tidakdimengerti mengapa harus aku yang mencintainya? Cinta bukanlah kata murah dan lumrah yang bisa dituturkan dari mulut ke mulut. Tetapi cinta adalah anugerah Ilahi dan semua manusia di dunia pasti pernah merasakannya. Tapi jujur, aku tersiksa dengan anugerah cinta yang di berikan oleh tuhan. Tuhan tidak memberiku cinta yang selayaknya aku miliki tanpa harus melawan adat-istiadat yang sudah tertanam dan mengakar kuat pada masyarakat di daerahku. Menentang adat berarti melawan masyarakat. Itulah jalan yang akan aku tempuh jika aku tetap mempertahankan rasa ini. Reva. Mungkin nama itu yang pertama kali hadir dan mengisi ruang hatiku. Sejak aku masih berseragam kulit kacang dulu; ketika aku masih dikatakan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) di salah satu madrasah di daerahku. Aku tak tau ada apa dengan diriku waktu ...
"Kisahku saat ini adalah sejarah di masa mendatang"