Langsung ke konten utama

Postingan

Mengembalikan Yang Tergilas

(Catatan bagi kamu muda saat ini) Semua orang tak terkecuali remaja tentu punya keinginan untuk menjadi orang hebat dan sukses dalam berbagai hal serta diakui keberadaannya, dikenal dan dikagumi keadaannya, diterima hasil karyanya, dipuji penampilannya, dan ditunggu kehadirannya. Pasti dong! Siapa sih yang gak ingin seperti itu? Artinya, seorang remaja ingin dirinya baik menurut dirinya sendiri dan baik pula di mata orang lain. Hal ini wajar dimiliki para remaja karena hasrat kaum mudanya masih membara. Bang H. Rhoma Irama dalam sebuah lirik lagunya mendendangkan bahwa “darah muda darahnya para remaja yang selalu merasa gagah tak pernah mau mengalah, masa muda masa yang berapi-api yang maunya menang sendiri walau salah tak perduli”. Namun, pada kenyataannya remaja nggak begitu paham dan mengerti bagaimana berproses untuk bisa menjadi orang pada kategori di atas, justru mereka cenderung mempunyai perspektif salah yang mengangap semua hal dapat dilakukan belakangan seperti layaknya film-...
Postingan terbaru

Ijinkan Aku, Meminangmu Dalam Kata

Kupandang nanar hadiah yang pernah kau berikan kepadaku, hadiah tanda ulang tahunku. Kala itu, saat semuanya masih berjalan baik-baik saja. Ketika kau masih milikku; meski tak sepenuhnya. Sesekali aku merasa memperoleh apa yang aku inginkan. Tapi, di sisi lain aku takut untuk melupakan atau bahkan kehilanganmu. Kadang aku terlalu naïf mengingat kejadian yang tak seharusnya aku pikirkan lagi dan selayaknya musnah bersama laju waktu. Hati ini terasa sesak mengingat kejadian yang lalu itu, saat aku baru menginjakkan kaki di tanah kampung halaman, kembali dari perjalanan panjangku mencari jati diriku. Tiba-tiba teman karibku datang dengan membawa kabar memilukan tentangmu, tentang pernikahanmu dengan tunanganmu yang katamu kau tak suka padanya. *** Entahlah, ada sesuatu yang mengganjal di benakku, hal yang tak dapat aku cerna dengan mudah. Kenyataan yang harus aku terima dengan lapang dada. Namun sulit, sakit. Aku tak bisa untuk itu. Aku belum siap kehilanganmu. Karena kehilanganmu sama de...

Pelajar Muda NU digodok Jurnalistik

“Jika kau bukan anak seorang raja atau putra ulama besar, maka jadilah penulis!” (Imam al-Ghazali) Ungkapan di atas cukup memberi inspirasi sekaligus semangat yang berapi-api bagi kami sebagai pelajar muda Nahdlatul Ulama yang dari dulu dianggap sebagai orang yang out of date alias kolot, karena selalu merujuk kepada kitab-kitab tradisional. Namun, anggapan itu tidak berlaku bagi kami: pelajar NU Sumenep Madura. Kantor PCNU Sumenep yang terletak di pinggiran Jalan Trunojoyo, Sumenep, terlihat tak seperti biasanya, terdengar suara pengeras suara dari celah jendela lantai dua. Ya, waktu itu adalah pembukaan Diklat Jurnalistik 2010. Sabtu-Senin (24-26/07) yang lalu, kami yang tergabung dalam delegasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) se Kabupaten Sumenep mengikuti Diklat Jurnalistik 2010 dengan tema “Peran Pers dalam Mengawal Kebijakan Publik” yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri ...

Rindu Padamu, Facebook!

“Sudah berapa purnama tak sua denganmu, membuatku rindu akan segalanya; rindu akan canda tawa ketika kubersamamu,” rengekku dalam hati. Entah, sudah berapa bulan aku tak membuka akun facebookku. Bukan karena seperti yang terjadi di Pakistan, pemblokiran terkait Kontes bertema "Everybody Draw Mohammed Day" di Facebook. Melainkan karena ketidaklayakan santri dalam mengakses jejaring sosial itu, kira-kira begitu kata salah seorang pengurus pesantren tempatku mondok. Facebook, jejaring sosial yang dirintis pada tahun 2006 oleh salah seorang mahasiswa Harvard University bernama Mark Zuckerberg. Dan kemudian menggejala di indonesia pada pertengahan tahun 2008 dengan tampilannya simple, komplit dan tak seribet jejaring sosial lainnya. Di Annuqayah, jejaring ini baru dikenal sekitar awal tahun 2009 itupun hanya di kalangan para pengasuh muda atau dikenal dengan “Lora” Annuqayah hingga kemudian menular kepada santri yang bisa mengakses internet sampai akhirnya santri yang tak pernah m...

Sepenggal Kisah Tentang “Lorong Cangka”

Sekilas, kata “Lorong Cangka” mungkin terdengar agak rada-rada asing di telinga kita. Pantas, karena nama tersebut bukan berasal dari bahasa Indonesia. Melainkan hanya salah satu dari sebagian banyak ungkapan masyarakat Madura yang berarti “Jalan simpang”, entah itu simpang tiga, empat dan seterusnya. Intinya “Lorong Cangka” adalah ungkapan yang menunjukkan jalan simpang. Dalam kosa kata bahasa Madura banyak sekali ungkapan menarik yang membuat kita penasaran untuk mengetahui artinya dalam penggunaan bahasa Indonesia. Namun, sedikit pula orang yang ingin meneliti tentang keberagaman bahasa madura –termasuk orang madura sendiri− yang keunikan budaya, seni serta lainnya tak diragukan lagi. Falsafah “Lorong Cangka” Butuh kontemplasi yang memakan waktu lama hanya untuk memberi nama pada blog saya ini. Hingga kemudian saya cendrung berganti-ganti blog, mulai dari nama blog saya yang dulu yaitu “Shareang” yang berarti tunggal dalam bahasa Madura. Tapi karena kurang menyatu dengan kehidupan s...

Prasasti Lukaku

Entahlah, aku tidak tau sejak kapan cinta itu hadir dalam hatiku, aku juga tak mengerti mengapa cinta itu hadir di saat orang yang aku cintai tak bisa ku miliki, dan yang paling tidakdimengerti mengapa harus aku yang mencintainya? Cinta bukanlah kata murah dan lumrah yang bisa dituturkan dari mulut ke mulut. Tetapi cinta adalah anugerah Ilahi dan semua manusia di dunia pasti pernah merasakannya. Tapi jujur, aku tersiksa dengan anugerah cinta yang di berikan oleh tuhan. Tuhan tidak memberiku cinta yang selayaknya aku miliki tanpa harus melawan adat-istiadat yang sudah tertanam dan mengakar kuat pada masyarakat di daerahku. Menentang adat berarti melawan masyarakat. Itulah jalan yang akan aku tempuh jika aku tetap mempertahankan rasa ini. Reva. Mungkin nama itu yang pertama kali hadir dan mengisi ruang hatiku. Sejak aku masih berseragam kulit kacang dulu; ketika aku masih dikatakan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) di salah satu madrasah di daerahku. Aku tak tau ada apa dengan diriku waktu ...